Arti dari homoseksualitas itu sendiri adalah, rasa ketertarikan atau bahkan rasa sayang kepada individu yang bergender sama. Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas dalam kontinum heteroseksual-homoseksual. Konsensus ilmu-ilmu perilaku dan sosial dan juga profesi kesehatan dan kesehatan kejiwaan menyatakan bahwa homoseksualitas adalah aspek normal dalam orientasi seksual manusia.Homoseksualitas bukanlah penyakit kejiwaan dan bukan penyebab efek psikologis negatif; prasangka terhadap kaum biseksual dan homoseksual-lah yang menyebabkan efek semacam itu.
Tingkah laku homoseks adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan normal dalam mendapatkan kasih sayang, penerimaan dan identitas, melalui keintiman seksual dengan orang yang berjenis kelamin sama. Walaupun faktor-faktor yang menentukan perkembangan orientasi seksual merupakan hal yang kompleks dan terselubung, pengalaman kami menunjukkan bahwa salah satu akar utama dari homoseksualitas adalah hancurnya ikatan hubungan pada masa kecil seseorang. Hubungan yang terputus ini mengganggu kemampuan perkembangan dirinya untuk dengan sehat dapat berhubungan dengan orang lain sepanjang hidupnya.
Keadaan homoseksual merupakan sebuah akibat dari begitu banyaknya luka, baik yang nyata atau pun hanya menurut persepsinya saja, yang dialami anak karena adanya hubungan yang hancur. Tingkah laku homoseks adalah tindakan yang muncul karena “anak yang sakit hati” ini ingin memenuhi kebutuhan kasihnya. Mungkin orang itu tidak menyadari bahwa hubungan seksual tidak akan dapat memenuhi kebutuhan akan kelengkapan dan keakraban antar sesama, yang merupakan kebutuhan yang paling mendalam pada jiwa manusia.











